Kutulis 26 Oktober 2011
Andai kau masih di sini,
Pastilah masih kudengar tawa renyahmu yang lepas,
bercanda terkadang mengolok.
Seandainya saja....
Andai kau masih di sini,
Pastilah sesekali masih dapat kulihat tubuh gempalmu terbaring lelap,
lelah bersandar di mana saja kepalamu menemukan bidang datar.
Seandainya saja.....
Seandainya saja kau masih di sini, adikku.....
tentulah sudah berlembaran-lembar kisah hidupmu yang kau tuliskan,
tentulah banyak cerita yang bisa kita bagi bersama.
tentulah banyak suka dan duka, bangga dan kecewamu yang akan kudengar
seperti dulu yang biasa kau lakukan.
Seandainya saja kau masih di sini, adikku......
kita akan tertawa bersama melihat tingkah polah putra kesayanganmu
kita akan berbagi kuatir kala tubuh mungilnya terbaring lemas dalam sakit
kita akan berbagi kebanggan atas prestasi dan karya istimewanya
ada banyak hal yang tak dapat kau lihat dan rasakan lagi kini.
Seandainya perahu hidupmu masih dapat kau dayung,
Tentulah sudah ribuan mil jarak yang telah kau tempuh
Tentulah satu persatu pulau-pulau harapanmu telah kau capai
Tentulah kau semakin bahagia dengan bertambahnya kekasih-kekasih hatimu yang menemanimu mendayung.
Tetapi,
Sudah mendayung sedemikian jauh mengapa harus berhenti di tengah ?
Seandainya saja PENCIPTAmu mengijinkanmu berlama-lama di sini, adikku.....
Seandainya saja.....
Ini angan-angan sedihku hari ini,
Mengenang tanggal pergimu menghadapNYA
Kembali aku berandai-andai, seperti biasanya dan selalu berulang setiap tahun.
Ini tahun ketujuh.....
Tampilkan postingan dengan label My Poetry. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Poetry. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 19 Mei 2012
Jumat, 21 Oktober 2011
Waktu Heningku
By Rina Conny on March 26, 2011
Malam beranjak pekat,
Dalam hening yang gelap, kedua tanganku mengatup saling merapat,
Kupejamkan mata, menikmati hening sepi, menanti hadirMU dalam jiwaku.
Meski mulutku diam terkatup, tapi hatiku mampu berbicara lepas padaMU.
Kubisikkan syukurku yg tak pernah habis, dan tanya yang tak pernah putus,
"Siapakah aku ini sehingga berlimpah kasih karuniaMU atasku ?"
Kuungkapkan rasa kuatir yg sering menyeruak mengganggu pikiranku.
tentang banyak hal dalam hidupku,
Usai membagi keluh padaMU sang Empunya hidup,
Lega rasa hati, kubuka mataku,
Tatapku tertuju pada wajah-wajah damai dengan mata terpejam, dan tubuh lelah terbaring di peraduan.
Kucium setiap kening, kubelai setiap rambut dan kuucapkan kata cinta pada setiap wajah, "Mama sayang kamu."
Satu persatu, bergantian kulakukan.
Dan tiga tubuh lelah itu tetap tak terusik.
Malam beranjak pekat,
Dalam hening yang gelap, kedua tanganku mengatup saling merapat,
Kupejamkan mata, menikmati hening sepi, menanti hadirMU dalam jiwaku.
Meski mulutku diam terkatup, tapi hatiku mampu berbicara lepas padaMU.
Kubisikkan syukurku yg tak pernah habis, dan tanya yang tak pernah putus,
"Siapakah aku ini sehingga berlimpah kasih karuniaMU atasku ?"
Kuungkapkan rasa kuatir yg sering menyeruak mengganggu pikiranku.
tentang banyak hal dalam hidupku,
Usai membagi keluh padaMU sang Empunya hidup,
Lega rasa hati, kubuka mataku,
Tatapku tertuju pada wajah-wajah damai dengan mata terpejam, dan tubuh lelah terbaring di peraduan.
Kucium setiap kening, kubelai setiap rambut dan kuucapkan kata cinta pada setiap wajah, "Mama sayang kamu."
Satu persatu, bergantian kulakukan.
Dan tiga tubuh lelah itu tetap tak terusik.
Senin, 01 November 2010
LIFE TIME
29 Oktober 2010 - Rina Conny
Time flies fast.
Autumn comes take summer's throne,
reigns there until winter take over then.
One comes filling a heart with love,
one goes bring it away.
Suddenly, find loneliness in a crowd.
Is this-is-a-life, a real life ?
A beginning start after a season past,
and soon will be an end when a new season takes its part.
Suddenly, feeling old in a new season
Is forever just a word, never act as a fact ?
Time flies fast.
Autumn comes take summer's throne,
reigns there until winter take over then.
One comes filling a heart with love,
one goes bring it away.
Suddenly, find loneliness in a crowd.
Is this-is-a-life, a real life ?
A beginning start after a season past,
and soon will be an end when a new season takes its part.
Suddenly, feeling old in a new season
Is forever just a word, never act as a fact ?
Langganan:
Postingan (Atom)
